English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label Alam. Show all posts
Showing posts with label Alam. Show all posts

Sunday, December 29, 2013

Misteri Api Abadi 4000 Tahun " Baba Gur "

Fenomena Api Abadi sejak jaman dahulu sudah menarik perhatian banyak orang, salah satu fenomena api abadi yang terkenal adalah Api Abadi Baba Gur di Irak. Api Abadi Baba Gur Dipercaya sudah Berumur 4000 (empat ribu) tahun, waw sudah ada sejak sebelum masehi.
Api Abadi Baba Gur yang berusia 4000 tahun
(foto : amusing planet )
Api Abadi Baba Gur pertama kali ditemukan pada tahun 1927, ditemukan ditengah tengah ladang minyak yang pada saat itu merupakan ladang minyak terbesar di dunia.
( Foto : amusing planet )
Ada beberapa kisah menarik dari Api Abadi Baba Gur ini, diantaranya adalah banyak wanita mendatangi Api Abadi Baba Gur untuk mendapatkan bayi laki-laki.

Bagaimana Api Abadi Baba Gur yang berumur 4000 tahun Dijelaskan secara ilmiah ?
Api Abadi Baba Gur berasal dari hasil gas alam dan nafta berupa kumpulan hidokarbon cair yang merembes melalui celah batuan di sekitar Baba Gur.
 

Sunday, November 17, 2013

Air Terjun Darah di Bagian Terbeku di Bumi


Apa yang terbayang di benak Anda saat mendengar 'air terjun darah'? Ya, sebuah terjun di Antartika mengeluarkan air berwarna merah dan pekat seperti darah. Namanya Blood Falls, dan ukurannya cukup besar!

Waktu itu tahun 1911, ketika para ahli geologi menemukan air terjun unik dan misterius di Antartika. Air terjun ini mengeluarkan air berwarna merah darah. Letaknya tepat di ujung gletser Taylor, McMurdo Dry Valleys, Antartika. Air terjun itu kemudian disebut dengan Blood Falls.

Para peneliti kemudian berasumsi, warna merah tersebut berasal dari ganggang. Namun penelitian dari tahun ke tahun membuktikan, warna merah tersebut berasal dari banyaknya zat besi yang terkurung di balik gletser tersebut.

Mengutip Washington Post, lima juta tahun yang lalu tempat ini merupakan danau air tawar. Namun permukaan air laut meninggi dan menutupi Benua Antartika. Danau tersebut pun terperangkap di bawah air asin yang membeku.
Mikroorganisme di dalamnya kemudian hidup tanpa cahaya, minim oksigen dan cahaya matahari. Inilah yang menjadikan danau purba itu penuh zat besi, yang kemudian mengalir lewat Blood Falls.

Secara ilmiah, keberadaan Blood Falls membuktikan kemungkinan adanya kehidupan di kondisi paling ekstrem sebuah planet. Meskipun, belum terbukti apakah bisa terjadi di planet atau bulan lain.
source

Wednesday, November 13, 2013

Ajaib !! Gurun Pasir ini Berwarna Putih

Gurun pasir biasanya berwarna krem, tapi ada yang beda saat Anda datang ke Kota Farafra di Mesir. Percaya tak percaya, di sana terdapat gurun pasir yang terlihat berwarna putih. Inilah gurun pasir putih!

Benua Afrika terkenal dengan Gurun Sahara yang luas. Traveler pun bisa menjelajahi gurun pasirnya dengan naik mobil jeep atau menunggangi unta. Tapi tunggu dulu, ada lagi gurun pasir yang terkenal dari Mesir bernama White Desert yang berjarak 45 km dari Kota Farafra .
Warna putih dari gurun tersebut berasal dari gugusan batu kapur. Bebatuan kapur di sana membentang sepanjang 20 kilometer dan berwarna putih, sehingga gurun pasirnya pun terlihat putih bersih!

Tak hanya itu, bentuk-bentuk bebatuan kapurnya pun sungguh aneh. Bentuk-bentuk aneh pada bebatuannya diyakini sudah terjadi berabad-abad akibat erosi dan badai. Ada yang berbentuk jamur hingga berbentuk es krim. bentuk batu yang aneh dan warna putihnya, jadi daya tarik traveler untuk menjelajahi gurun pasir putih ini.
Saat siang hari atau ketika matahari sedang terik-teriknya, warna putih dari bebatuan kapurnya benar-benar menyilaukan pandangan dan membuat pemandangan gurunya menjadi putih. Tak sampai di situ, warna gurunnya ternyata juga berubah saat senja.

Ketika matahari terbenam, cahayanya bakal menyinari bebatuan kapur di sana. Saat itulah, warna batunya yang tadi putih menjadi oranye seperti warna jeruk. Cantik sekali!
Tak sedikit traveler yang berkunjung ke gurun pasir putih di Farafra. Mereka rata-rata menyewa mobil jeep untuk ke sana dan bermalam dengan mendirikan tenda. Saat malam hari, Anda bisa melihat dengan jelas kerlap-kerlip bintang.

Keajaiban Laut Terbelah di Korea Selatan, Seperti Zaman Nabi Musa ?

Anda pasti tahu kisah Nabi Musa yang membelah lautan. Rupanya, ada keajaiban alam yang sama persis dengan kisah tersebut di Pulau Jindo, Korea Selatan. Di sana terdapat fenomena lautan yang 'terbelah' sepanjang 2,8 km.
Aneh tapi nyata atau percaya tidak percaya, mungkin kata itu pantas disematkan pada keajaiban alam di Pulau Jindo. Keajaiban alam berupa laut terbelah tersebut pun selalu dikunjungi traveler dari berbagai belahan dunia demi melihatnya dari dekat.

Keajaiban laut belah tersebut sebenarnya adalah peristiwa surutnya air laut. Namun, surutnya air laut di Pulau Jindo seolah menjadi jalan sepanjang 2,8 km dan lebarnya hingga 60 meter!
Jalanan saat laut surut tersebut menghubungkan Pulau Jindo dan Pulau Modo selama sekitar satu jam. Fenomena tersebut pun hanya berlangsung selama dua kali saja dalam satu tahun. Tak heran, masyarakat Korea menyebutnya sebagai "Moses Miracle".

Kementerian pariwisata Korea Selatan tidak tinggal diam. Mereka menggelar festival bernama Jindo Miracle Sea Festival untuk mengundang dan memperlihatkan laut yang surut tersebut kepada turis mancanegara.
Turis yang datang bisa mencoba berjalan dari Pulau Jindo ke Pulau Modo. Rasanya, benar-benar seperti umat Nabi Musa yang berjalan membelah lautan!

Usut punya usut, keajaiban alam di Korea Selatan ini ternyata punya legenda. Dikisahkan, zaman dulu ada seorang penduduk Desa Jindo yang diserang oleh harimau. Dia pun berlari untuk menyelamatkan diri ke Pulau Modo.

Tapi sayang, di depannya ada lautan luas. Alhasil, dia berdoa kepada Dewa Laut agar bisa terselamatkan dari kejaran harimau dan seketika lautan pun terbelah. Dia berhasil selamat. Oleh sebab itu, terdapat patung manusia dan harima di Pulau Jindo yang menghadap Pulau Modo.

Pulau Jindo berada di bagian selatan Korsel. Untuk tiba ke sana, Anda bisa naik bus jurusan Seoul-Jindo yang berangkat tiap empat kali sehari dan perjalanannya mencapai 5 jam. Selamat berjalan membelah lautan ala Nabi Musa.