English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label jaringan sosial. Show all posts
Showing posts with label jaringan sosial. Show all posts

Tuesday, June 17, 2014

7 Fakta Menarik Tentang Depresi Akibat Sosial Media

7 Fakta Menarik Tentang Depresi Akibat Sosial Media


Akibat Sosial Media

7 Fakta Menarik Tentang Depresi Akibat Sosial Media - Bagi masyarakat modern yang kini sudah sangat akrab dengan internet, jejaring sosial tentu bukan hal yang asing lagi. Ada banyak jenis jejaring sosial yang digunakan masyarakat, terutama anak muda untuk menjalin pertemanan atau fungsi lainnya.

Meski awalnya jejaring sosial tidak dimaksudkan untuk digunakan sangat sering, namun faktanya saat ini jejaring sosial hampir menguasai hidup penggunanya, terutama anak muda. Bahkan jejaring sosial tak hanya memberikan manfaat melainkan juga bisa memberikan dampak buruk untuk penggunanya, salah satunya adalah depresi.

Berikut adalah 7 Fakta Menarik Tentang Depresi Akibat Sosial Media seperti dilansir oleh Mag for Women.


1.Jejaring sosial memicu emosi berlebihan

Menggunakan jejaring sosial bisa memicu banyak emosi pada penggunanya. Meski jejaring sosial hanya sebatas aktivitas maya, namun dampaknya tentu sangat nyata terhadap emosi penggunanya. Jika emosi yang terus didapatkan oleh pengguna adalah emosi negatif, maka ke depannya akan memicu depresi.

Tak jarang juga jejaring sosial menyebabkan pertengkaran antar pasangan atau teman baik. Dampak jejaring sosial yang begitu besar terhadap pengguna yang sudah terlanjur kecanduan bisa sangat serius hingga mempengaruhi emosi mereka dan bisa menyebabkan depresi.


2.Depresi akibat rasa iri

Depresi yang disebabkan oleh jejaring sosial biasanya timbul akibat rasa iri terhadap teman-teman. Rasa iri tersebut karena jejaring sosial bisa membuat seseorang membandingkan diri mereka dengan orang lain dengan sangat mudah.

Tanpa sadar seseorang menganggap apa yang ditampakkan oleh jejaring sosial merupakan gambaran dari kehidupan mereka secara keseluruhan.Hal ini sangat salah, karena tentunya setiap orang di jejaring sosial akan berbagi momen terbaik mereka di kehidupan nyata, begitu juga seperti yang Anda lakukan.

Karena itu, ada banyak hal dalam kehidupan mereka yang tersembunyi. Sayangnya citra tersebut bisa membuat seseorang membanding-bandingkan kehidupannya satu sama lain yang nantinya bisa berujung pada depresi.


3.Bukan masalah mental

Sebenarnya depresi akibat jejaring sosial adalah masalah kesehatan mental yang serius. Namun sayangnya hingga saat ini depresi yang disebabkan oleh jejaring sosial belum diakui sebagai masalah atau kelainan mental.

Meski depresi akibat jejaring sosial belum diakui dan dicatat sebagai salah satu masalah kelainan mental, namun depresi ini sangat nyata dan bisa terjadi pada siapa saja, terutama generasi muda saat ini yang sangat akrab dengan penggunaan jejaring sosial.


4.Lebih berbahaya pada remaja

Penelitian mengungkap bahwa dampak jejaring sosial dan internet berbeda-beda pada pria, wanita, orang dewasa, remaja, dan anak-anak. Hal ini tentunya juga dipengaruhi oleh kecenderungan seseorang untuk mengalami depresi, sehingga bisa jadi sangat bervariasi pada setiap orang.

Namun penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja lebih mudah terserang depresi akibat jejaring sosial dan internet dibandingkan dengan wanita dewasa dan pria. Sementara wanita lebih mudah terkena depresi ini dibandingkan pria. Meski begitu, tidak dijelaskan apa yang membuat golongan usia tertentu seperti remaja lebih berisiko terkena depresi dibandingkan dengan orang dewasa.


5.Bergantung penggunaan

Depresi yang disebabkan oleh jejaring sosial dipengaruhi oleh penggunaan jejaring sosial itu sendiri. Cara seseorang memperlakukan jejaring sosial sebagai bagian dari hidupnya mempengaruhi apakah dia akan mudah mengalami depresi yang disebabkan oleh jejaring sosial.

Misalkan jika Anda menggunakan jejaring sosial hanya untuk berkomunikasi dengan teman, atau untuk memantau kehidupan seseorang, atau untuk bersenang-senang saja. Semakin serius seseorang memperlakukan jejaring sosial, maka semakin serius juga dampaknya terhadap emosi orang tersebut. Menganggap jejaring sosial sebagai hal yang terlalu penting bisa membuat seseorang rentan terkena depresi akibat jejaring sosial.


6.Depresi disebabkan kepura-puraan

Alasan lain mengapa jejaring sosial bisa menyebabkan depresi adalah karena banyak orang yang hanya pura-pura bahagia ketika menciptakan identitas dan citra diri mereka di dunia maya. Sangat jarang orang yang benar-benar menunjukkan hidup mereka apa adanya di jejaring sosial. 

Hal semacam ini juga bisa menyebabkan depresi terhadap orang lain karena menganggap kehidupannya tak sebaik Anda. Tanpa sadar, kepura-puraan yang ada di jejaring sosial menyebabkan banyak orang menjadi depresi karena saling membandingkan kehidupan satu sama lain.


7.Jangan bandingkan diri dengan orang lain

Salah satu hal yang disarankan oleh para ahli adalah penggunaan jejaring sosial secara wajar. Jangan menjadikan jejaring sosial sebagai hidup Anda, karena kehidupan Anda sesungguhnya bukan di dunia maya dan tidak tercermin dari apa yang Anda perlihatkan di jejaring sosial.

Selain itu, para ahli juga menyarankan untuk tidak membanding-bandingkan diri dengan orang lain karena inilah pemicu depresi yang paling besar.Komunikasi secara langsung lebih penting daripada hanya mengandalkan jejaring sosial. Jangan jadikan komunikasi lewat jejaring sosial sebagai kebutuhan pribadi Anda.

Bagi para pengguna jejaring sosial, depresi akibat jejaring sosial tampaknya hal yang remeh. Namun Anda tak pernah tahu kapan depresi tersebut bisa benar-benar mempengaruhi kesehatan mental dan bahkan memicu banyak orang untuk melakukan tindakan fatal hanya karena dampak dari jejaring sosial.


Sumber ; merdeka.com

Saturday, June 7, 2014

5 Tren Paling Populer Di Sosial Media

5 Tren Paling Populer Di Sosial Media


Tren Paling Populer Di Sosial Media

5 Tren Paling Populer Di Sosial Media - Disadari atau tidak, sosial media telah menjadi salah satu bagian dari gaya hidup manusia masa kini. Rasanya, tidak ada hari tanpa mengecek atau buat status pada berbagai sosial media populer seperti Facebook, Twitter, Path, atau Instagram.


Dimulai dengan keberadaan jejaring sosial Friendster, sampai saat ini fenomena jejaring sosial masih menjadi tren di berbagai belahan dunia. Fenomena ini juga mengakibatkan kemunculan tren-tren lain yang menjadi pelengkap gaya hidup manusia masa kini.

Apa Anda juga seorang Social Media Addict? Jika iya, hal-hal berikut ini pasti tak asing lagi bagi Anda.


1. Selfie

Foto Selfie

Hobby yang terbilang baru ini muncul sejak fitur kamera pada gadget yang semakin lama semakin canggih dan inovatif. Selfie menjadi sangat populer akibat kehadiran berbagai media sosial seperti Facebook, Instagram, sampai Tumblr.

Selfie adalah metode memotret diri sendiri dengan kamera ponsel ataupun kamera digital. Karena tren ini menjadi sangat populer dan digemari beberapa tahun belakangan, kata selfie pun masuk menjadi kata resmi bahasa Inggris dan masuk ke dalam kamus Oxford di tahun 2013. Di tahun yang sama, selfie menjadi word of the year versi kamus bahasa Inggris Oxford.


2. Check In

Check In

Berbagai jejaring sosial menyediakan fitur yang membuat penggunanya dapat memperlihatkan tempatnya sekarang berada, seperti pada Foursquare, Path, dan Facebook. Hal ini membuat banyak orang sibuk check in pada saat mendatangi tempat menarik seperti restoran, tempat rekreasi, mall, dan tempat lainnya.

Hanya sekedar pamer, membuat dokumentasi, ataupun memberikan review dari tempat yang didatangi menjadi alasan orang melakukan check in di media sosial.


3. Foto Makanan

Tren Paling Populer Di Sosial Media

Beberapa tahun yang lalu mungkin tak terpikir oleh Anda untuk mengabadikan setiap makanan yang akan Anda makan. Tetapi, saat ini, beberapa orang bahkan sengaja mencari makanan dengan tampilan menarik untuk kemudian mengunggahnya di media sosial.

Di cafe atau restoran, pasti akan terlihat orang yang sibuk memotret makanannya sebelum memakannya. Tetapi, ada pula beberapa orang yang tidak melakukannya karena tidak tahan ingin langsung memakan makanannya.



4. Update Status

Update Tweet

Update status telah menjadi salah satu aktivitas harian bagi banyak orang. Beberapa orang bahkan membuat status di media sosial tidak hanya sekali setiap harinya, bisa beberapa kali setiap harinya.

Kegiatan ini paling banyak dilakukan pada Facebook, Twitter, Path, dan juga tak ketinggalan Blackberry Messenger. Berbagai macam status di update setiap harinya, mulai dari curahan hati, share kegiatan atau hobby favorit, hingga status humor.

Kegiatan ini sebenarnya sah-sah saja dilakukan, tapi ingatlah untuk tidak over-shared dan membuat status-status negatif yang dapat mengganggu pengguna media sosial lainnya.


5. Ajang Pamer

Tren Paling Populer Di Sosial Media


Keberadaan media sosial yang telah melekat pada gaya hidup masa kini membuat kebiasaan pamer menjadi lumrah dilakukan. Beragam juga yang dipamerkan, wajah, kemesraan dengan pasangan, makanan, tempat, hingga doa juga seringkali di update di media sosial.

Sebenarnya segala perbuatan yang dilakukan adalah tergantung niatan yang bersangkutan. Mungkin saja ada alasan tersendiri bagi orang tersebut untuk melakukannya. Karena itu, sebaiknya tidak menilai orang dari media sosial yang dimilikinya. Karena bisa saja orang tersebut berbeda di dunia nyata.

Dan yang terpenting, bijaklah dalam menggunakan media sosial, jangan biarkan fenomena media sosial membuat Anda mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.


Sumber : vemale.com

Sunday, June 1, 2014

5 Tips Agar Anda Bisa Bahagia Di Sosial Media

5 Tips Agar Anda Bisa Bahagia Di Sosial Media


Tips Agar Bahagia

5 Tips Agar Anda Bisa Bahagia Di Sosial Media - Kerap kali social media masa kini disebut sebagai salah satu pencuri kebahagiaan manusia. Ya, pasalnya apa yang kita lihat di social media bisa menjadi pengaruh dalam hidup kita.


Entah itu dengan melihat kehidupan orang lain, atau melihat-lihat masa lalu.Tapi tidak semua orang mengalami ketidak bahagiaan dalam menggunakan jejaring sosial mereka di dunia maya. Ada yang bisa dengan ulet tetap aktif di Facebook, Twitter, Path atau Instagram dan menikmati hidup mereka.

Ada juga orang yang bisa tetap hidup sekalipun tak memiliki akun pribadi selain email mereka.Bagi Anda yang tak bisa lepas dari social media, namun kerap merasakan ketidaknyamanan sendiri atau merasa social media membuat kebahagiaan Anda berkurang, mungkin dengan beberapa tips ini Anda bisa kembali menjalin kemesraan bersama teman-teman atau rekan Anda di dunia maya.

Inilah 5 Tips Agar Anda Bisa Bahagia Di Sosial Media :


1. Jangan Stalking

Ketahuilah apa yang menjadi sumber ketidak bahagiaan Anda di social media. Mungkinkah itu karena ada mantan di akun pribadi Anda. Sebenarnya Anda punya pilihan untuk meng-unfriend mereka. Namun kalau itu menjadi gengsi buat Anda, atur diri Anda untuk tidak lagi stalking pada mereka.

Anda bisa meng-unsubscribe atau meng-hide mereka dari tayangan news feed. Dengan begitu mereka juga tak akan muncul. Dna dalam rangka Anda ingin menghindari masa lalu atau orang-orang yang membuat Anda tak nyaman di social media, maka batasi juga kontak Anda dengan dia.


2. Membatasi Diri

Tak apa menjadi lebih selektif dalam menerima teman. Beberapa orang memang lebih membatasi diri dan privasi mereka di social media. Ketahuilah, hal ini tak akan pernah mempengaruhi hubungan Anda di dunia nyata kalau Anda bisa memanage hal tersebut.

Anda tak perlu sedih dengan teman atau followers yang hanya sedikit. Sometimes less is more. Anda tak harus menarik perhatian di social media dan mengubah diri Anda seperti orang lain. Dengan kata lain, pencitraan. Tak semua orang siap dengan popularitas itu. Simply be yourself.


3. Foto Makanan

Tren jaman sekarang adalah memotret apapun yang bisa dipotret. Terutama saat kita sedang hangout dengan teman dan makan di tempat yang memiliki selera tinggi dalam plating atau menyajikan makanan. Sometimes, just eat it.

Tak perlu harus selalu memotret apa yang Anda makan. Anda akan kehilangan kenikmatan makanan tersebut dan waktu yang Anda miliki bersama teman Anda hanya karena sibuk memotret makanan dari angle yang tepat. Kecuali Anda memang food hunter atau food blogger yang aktif. Tapi hargai waktu yang Anda miliki Enjoy your food, enjoy your moment.


Isu Sensitif

Banyak masalah di social media dimulai dari curhat dan komentar-komentar yang kita buat sendiri tentang isu sensitif dan sebagainya. But, is it really help you? Atau malah menambah hawa negatif di kemudian hari?

Anda lega di hari ini dan akan bad mood lagi di hari esok karena pasti akan ada yang 'gatal' mengkomentari curhatan tentang hidup Anda di dunia maya. Intertenet tetaplah internet. Sekalipun Anda menjadikannya 'lahan pribadi' tak pernah ada yang pribadi di sana.


Kreatif di Social Media

Lalu kalau tak bisa curhat, tak banyak foto makanan dan membatasi pertemanan, apa yang bisa kita lakukan di social media? Masih banyak hal kreatif yang bisa Anda lakukan.

Sharing blog personal atau kreasi fotografi Anda di sana. Jadikan jejaring social sebagai sarana Anda menyampaikan kabar tentang hal yang Anda nikmati dalam hidup. Percayalah, Anda akan lebih bahagia.

Dengan demikian juga akan lebih melatih emosional Anda dalam bersocial media. Selain itu juga bisa membuat Anda lebih bahagia lagi, fokus dan menikmati kehidupan yang sesungguhnya.


Sumber : merdeka.com