English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label paling kejam. Show all posts
Showing posts with label paling kejam. Show all posts

Tuesday, May 27, 2014

5 Tradisi Paling Kejam Yang Dilakukan Pada Binatang

5 Tradisi Paling Kejam Yang Dilakukan Pada Binatang - Penyiksaan tetaplah penyiksaan! Anda tentu setuju, jika dikatakan bahwa binatang juga memiliki hak untuk diperlakukan dengan baik.Namun pada kenyataannya, penyiksaan berkedok agama dan budaya seringkali membuat manusia memperlakukan binatang dengan semena-mena. 

Bukan cuma itu, hanya karena ingin menyajikan sebuah hidangan dari daging binatang tertentu, binatang tersebut harus melalui proses penyiksaan yang membuat tubuh mereka cedera atau bahkan menyebabkan kematian.

Berikut adalah 5 Tradisi Paling Kejam Yang Dilakukan Pada Binatang. Mari kita simak bersama!


1.Memutar anjing seperti gasing

Tradisi Paling Kejam


Brodilovo adalah sebuah desa terpencil di bagian tenggara Bulgaria. Di sini, penduduk desa sangat takut pada penyakit rabies yang biasa ditularkan oleh anjing.

Oleh karenanya, mereka memiliki tradisi yang telah dilakukan selama berabad-abad untuk menangkal penyakit tersebut. Ritual aneh ini dilakukan dengan cara memutar anjing, seperti permainan gasing dengan menggunakan tali.

Tubuh anjing itu tergantung di atas sungai kecil. Ritual ini biasanya dilakukan setahun sekali dan diyakini dapat membantu menjauhkan penyakit rabies dari anjing-anjing itu. 

Karena terus diputar, anjing-anjing itu akan jatuh ke bawah sungai. Penduduk desa akan menyediakan sebuah jaring untuk menangkap tubuh anjing tersebut ketika jatuh sungai dan kemudian membantu mereka untuk keluar dari air. Kedengarannya sangat kejam, bukan? 

Tradisi itu akhirnya dilarang oleh hukum pada tahun 2006, setelah mendapat tekanan dari media internasional pada tahun 2005. Namun, itu tampaknya tidak berpengaruh pada penduduk setempat. Mereka tetap melanjutkan praktik kejam tersebut sama seperti sebelumnya. 

Ritual aneh ini akhirnya dihentikan tahun lalu ketika anggota Animal Rights Sofia menjaga tepian Sungai Veleka untuk memastikan bahwa penduduk setempat menaati hukum tersebut.


2.Menggemukkan babi dengan cara sadis

Tradisi Paling Kejam

Pigs of God adalah sebuah festival paling kontroversial yang berasal dari Taiwan. Dalam kontes ini, babi-babi yang telah dipaksa makan selama bertahun-tahun kemudian disembelih di depan umum dan diarak melalui jalan-jalan kota.

Asal-usul tradisi ini tidak begitu jelas, namun beberapa orang mengatakan bahwa ini merupakan bagian dari keyakinan agama orang Hakka, sebuah kelompok etnis dengan populasi lebih dari empat juta jiwa di Taiwan.

Sebagaimana dilansir Odditycentral (5/3), para aktivis perlindungan hewan menyatakan bahwa dalam beberapa dekade terakhir ini kontes tersebut menjadi cara terselubung yang digunakan oleh beberapa keluarga untuk memamerkan kekayaan dan kekuasaan mereka.

Pemilik babi membutuhkan waktu sekitar 2 tahun untuk menggemukkan hewan itu. Selama proses penggemukan, babi-babi itu bahkan sampai tidak mampu berdiri. Prosedur ini kerap menyebabkan kegagalan organ dan luka tekanan yang disebabkan berbaring untuk jangka waktu yang lama.

Beberapa pemilik bahkan mengebiri babi-babi mereka tanpa anestesi, dengan keyakinan ini akan membantu mereka mendapatkan babi yang lebih gemuk.

Sebelum kontes dimulai, babi-babi kabarnya dipaksa makan pasir dan logam berat untuk membuat tubuh mereka jadi seberat mungkin. Saat perayaan dimulai, babi-babi itu kemudian diseret dengan brutal di depan kerumunan penonton untuk disembelih. Terdengar sangat kejam?

Setelah itu, babi-babi gemuk itu dicat dan dihias untuk diarak keliling kota. Berat babi rata-rata melebihi 700 kg dan ada pula yang beratnya mencapai sekitar 900 kg.


3.Foie Gras

Tradisi Paling Kejam

Foie gras dalam bahasa Prancis berarti lemak hati. Hidangan ini terbuat dari lemak bebek atau angsa yang telah mengalami proses penggemukan.bebek dan angsa itu dipaksa untuk menjadi gemuk dengan cara yang kejam. 

Pakan bebek atau angsa akan disalurkan langsung ke dalam kerongkongan unggas dengan menggunakan corong. Teknik ini diklaim dapat mempercepat waktu makan yang biasanya sekitar 45 sampai 60 detik, menjadi 2 sampai 3 detik.

Selama proses itu berlangsung, peternak akan berusaha menghindari kerusakan pada kerongkongan unggas karena itu bisa menyebabkan cedera atau bahkan kematian. 

Meski begitu, para peneliti menemukan bukti adanya peradangan pada dinding proventriculus setelah proses itu. Indikasi peradangan esofagus juga ditemukan pada tahap lanjut dalam proses penggemukan unggas tersebut.


4.Ortolan

Tradisi Paling Kejam

Burung ortolan termasuk spesies langka yang saat ini jumlahnya terus menurun di Prancis. Dulu, burung ini dihidangkan sebagai sajian mewah di restoran-restoran kelas atas.

Untuk menyajikan hidangan dari burung ortolan, para koki akan mengurung burung ini di dalam kandang tanpa penerangan sedikit pun. Hal itu akan membuat ortolan tidak mengetahui waktu, sehingga pola makan mereka akan ikut kacau. 

Akibatnya, burung itu akan terus makan sampai mengalami obesitas. Kemudian burung ortolan yang sudah bertubuh gemuk ditenggelamkan hidup-hidup ke dalam minuman keras hingga mati.

Baru setelah itu, burung ortolan dipanggang dan dihidangkan. Proses memasaknya sangat kejam, bukan?


5.Festival Ukweshwama

Tradisi Paling Kejam

Festival Ukweshwama adalah sebuah perayaan yang dilakukan oleh suku Zulu di Afrika Selatan. Perayaan ini merupakan wujud rasa syukur orang Zulu kepada Tuhan atas panen pertama dalam setiap musim.

Untuk merayakannya, seekor banteng akan dilepaskan di tengah kerumunan orang dan perlahan-lahan disiksa selama hampir satu jam. Banteng lemas itu kemudian dirobek lidahnya.

Penyiksaan itu dilanjutkan dengan memasukkan tanah ke dalam mulut banteng hingga dia hampir tidak bisa bernapas. Matanya lantas dicongkel dan kelaminnya dipotong-potong.

Praktik kejam ini telah diprotes selama bertahun-tahun, tetapi pemerintah Afrika Selatan menolak permintaan itu karena ritual tersebut adalah jantung budaya Zulu.


Sumber : merdeka.com

5 Kota Paling Kejam Di Dunia

5 Kota Paling Kejam Di Dunia


Kota Paling Kejam

5 Kota Paling Kejam Di Dunia - Tingkat kriminalitas yang tinggi dan seringnya terjadi bentrokan antar massa, membuat lima kota ini dianggap berbahaya bagi wisatawan.

Nah, berikut adalah 5 Kota Paling Kejam Di Dunia, menurut businessinsider.com. Peringkat ini didasarkan pada tingkat pembunuhan per kapita pada tahun 2011. Mari kita simak bersama!


1.San Pedro Sula, Honduras

Jumlah pembunuhan: 1.143 kasus, Penduduk: 719.447 jiwa.Pada 2013 lalu, San Pedro Sula menempati urutan pertama sebagai kota dengan tingkat pembunuhan tertinggi di dunia.

Kota yang terletak Honduras ini berada sekitar 60 kilometer di selatan Puerto Cortes di Laut Karibia. Tingkat kriminalitas di kota ini memang sangat tinggi. Tercatat ada 159 kasus pembunuhan per 100.000 penduduk di San Pedro Sula selama tahun 2011.

Kota ini juga menjadi tempat strategis dalam perdagangan obat ilegal, serta aktivitas geng yang sangat marak terjadi di seluruh penjuru kota.


2.Ciudad Juarez, Meksiko

Jumlah pembunuhan: 1.974 kasus, Penduduk: 1.335.890 jiwa.Ciudad Juarez dulunya dikenal sebagai Paso del Norte, sementara penduduk setempat lebih sering menyebutnya Juarez.

Kota ini merupakan bagian dari negara bagian Meksiko, Cihuahua. Dalam beberapa tahun terakhir, angka pembunuhan di kota ini terus menurun. Namun, angka pembunuhan di Juarez tentunya masih tinggi.

Meningkatnya perang rumput antara kartel Juarez dan Sinaloa juga sempat memicu peningkatan kasus kekerasan di kota ini pada tahun 2007 silam. Namun, kasus kejahatan dan kekerasan di kota ini telah menurun secara signikan.


3.Maceio, Brasil

Pembunuhan: 1.564 kasus, Penduduk: 1.156.278 jiwa.Maceio adalah ibukota dan sekaligus kota terbesar? di negara bagian Alagoas, Brasil. Upaya Brasil untuk membangun Maceio sebagai kota pariwisata terhambat oleh tingkat pembunuhan yang sangat tinggi di kota pesisir tersebut.

Pejabat lokal mengklaim bahwa sebagian besar orang yang tewas di kota itu adalah pengguna narkoba yang tidak bisa membayar utang.


4.Acapulco, Meksiko

Jumlah pembunuhan: 1.029 kasus, Penduduk: 804.412 jiwa.Kota yang terkenal dengan pantai, hotel bertingkat, dan klub-klub malamnya ini, memiliki tingkat kriminalitas yang sangat tinggi.

Kasus kekerasan dan perdagangan narkoba di kota ini juga dianggap sudah sangat memprihatinkan. Kepala terpenggal bahkan bisa ditemukan di seluruh sudut kota.

Tidak mengherankan jika akhirnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke kota ini terus menurun pada tahun 2011.


5.Tegucigalpa, Honduras

Jumlah pembunuhan: 1.123 kasus, Penduduk: 1.126.534 jiwa.Kasus kekerasan, perdagangan obat-obatan terlarang, dan perang antar geng yang sering terjadi di kota ini, kerap membuat Tegucigalpa dianggap tidak bersahabat dengan wisatawan.

Kasus kematian bahkan sudah dianggap sebagai hal yang sangat biasa di kota ini.Banyak mayat yang diikat dalam kantong sampah. Pada tahun 2009, kekacauan politik di ibukota Honduras ini mendorong terjadinya pemberdayaan perdagangan narkoba. Bahkan, beberapa pejabat anti-narkoba di kota itu ditembak mati di mobilnya.


Sumber : merdeka.com